Tagged under: LPI vs ISL Patch, PES

Akhirnya kelar juga buat ni patch. Filenya sebesar 112 MB diunggah di mediafire, dibelah jadi 2 part. Ini link unduhnya:
LPI vs ISL Patch.part1
LPI vs ISL Patch.part2
LPI vs ISL Patch PES 2010 1.00
Features:
-LPI-ISL League (replaced Internatinal Cup).
-Only LPI and ISL League are shown.
-Other teams, such as Indonesia (selection by me), Indonesia U23, Malaysia, LPI All-Stars, Foreign ISL All-Stars, etc.
-No Master League and BAL.
-New Face made by gururupa members.
-LPI and ISL Squad Updated.
-Real Statistic and Database.
-Angle Camera like PES 2011 Camera (edited manual on kitserver config).
-New Song, 'You Better Believe' by Max Morgan.
Requirement:
-PES 2010 1.03
-DLC 1.06
How to install:
You must have PES 2010 version 1.03 with dlc 1.06. Just run setup and play it by clicking shortcut on desktop.
credit & thanks to:
KONAMI
PES 2010
gururupa
pesedit
moddingway
Game Graphic Studio
w!ld@
rendrasatria
Billy.Do4nks
onetkun
porskyvic
feirha
metay
the.chain
pcsixer
Juce & Robbie
Stelios
etc.
Data/OF taked from:
ligaprimerindonesia.co.id
LPI @kaskus.us
goal.com
google.com
wikipedia.com
Tagged under: LPI vs ISL Patch, PES

LPI-ISL League merupakan salah satu fitur dari LPI vs ISL Patch PES 2010 di mana 32 tim dari LPI dan ISL akan saling bertanding mulai dari klub Aceh sampai Papua. 18 tim dari LPI dan 14 tim dari ISL sudah disusun grupnya menjadi 8 berdasarkan wilayah masing-masing.
Banyak pertarungan sengit antar sesama wilayah, baik dari LPI vs ISL, ISL vs ISL maupun LPI vs LPI. Pada matchday pertama derby Papua pun langsung disuguhkan, yaitu antara Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena serta derby Jatim, Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan. Barulah pada matchday kedua derby-derby mulai banyak ada, seperti Persija-Jakarta 1928, Bandung FC-Persib, Real Mataram-Solo FC, Bontang FC-Persisam. Dan pada matchday terakhir, derby dua tim LPI di Medan, yaitu antara Medan Chief dan Medan Bintang. Tidak ketinggalan di grup B, dua derby panas sekaligus, yaitu di Padang, Minangkabau-Semen Padang dan di Malang, Persema-Arema.
Berikut daftar lengkap grup A-H LPI-ISL League.
Grup A (Sumatera)
Aceh United, Medan Bintang, Medan Chief, Sriwijaya FC.
Grup B (Padang dan Malang)
Minangkabau FC, Persema Malang, Arema Malang, Semen Padang FC.
Grup C (Jakarta dan Tangerang)
Batavia Union, Jakarta 1928, Tangerang Wolves, Persija Jakarta.
Grup D (Jabar)
Bandung FC, Bogor Raya, Persib Bandung, Pelita Jaya FC.
Grup E (Jateng)
Real Mataram, Semarang United, Solo FC, Persijap Jepara.
Grup F (Jatim)
Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan.
Grup G (Kalimantan dan Bali)
Bali Devata United, Bontang FC, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda.
Grup H (Papua dan Makassar)
Cendrawasih Papua, PSM Makassar, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena.
Klub yang tidak dimasukkan: PSPS Pekanbaru, Manado United.
Tagged under: LPI vs ISL Patch, PC Games, PES

Akhirnya bisa nulis lagi, setelah off selama beberapa minggu. Kali ini, saya akan berkarya kembali dengan membuat patch PES buatan sendiri yang namanya LPI vs ISL Patch 2011. Saya merasa masih minimnya orang Indonesia yang membuat patch berkualitas. Yang baru saya temui adalah G1SL Patch buatan member gururupaindonesia.com.
Saya sendiri sudah mulai belajar editing PES pada saat zaman PES 2008, bahkan saya sudah membuat patch Indonesia pada PES sebelumnya seperti PES 2008, 2009. Namun tidak ada satu pun yang saya bagikan ke dunia maya.
Dan kali ini saya akan mencoba untuk membagikan karya saya ke dunia maya. Dan saya beri judul LPI vs ISL Patch 2011. Kabar buruk bagi para penggemar PES 2011, karena patch ini hanya untuk PES 2010. Saya ini memang suka ketinggalan zaman saat main PES. Waktu sudah ada PES 2010, saya masih main dan mengoprek PES 2009, begitu juga dengan sekarang maupun pada PES sebelumnya. Jadi maafkan kesalahan saya dalam sifat 'ketinggalan zaman' saya ini.
Patch ini belum diketahui kapan akan diluncurkan ke dunia maya, masih hanya rencana saja. Kemungkinan patch ini akan diluncurkan saat/setelah putaran kedua ISL 2010/2011 sekitar bulan Maret atau April.
Fitur yang akan ada dalam patch ini:
-Liga yang ditunjukkan ada dua yaitu LPI dan ISL (sesuai dengan namanya).
-Tak ada Master Liga/BAL, hanya 'Cup' saja.
-Ada beberapa tim tambahan (tim tak resmi), seperti: LPI All-Stars, ISL Foreign All-Stars, Sriwijaya FC 2008-2010, Indonesia U-23 dan lain-lain.
-Musik baru, salah satunya You Better Believe (theme song ISL)
-Wajah pemain baru buatan member Gururupa.
-Ability dan skill pemain asli buatan saya.
-Update transfer LPI maupun ISL, (contoh: Safee ke Pelita Jaya).
-Dan fitur-fitur lainnya.
Patch ini saya buat seperti patch Moddingway World Cup 2010 yang sifatnya khusus dan terbatas. Nah, patch yang saya buat ini khusus untuk LPI dan ISL saja. Pembuatan patch ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena yang membuatnya hanya satu orang, yaitu saya sendiri. Sekali lagi saya minta maaf patch ini tidak dibuat untuk PES 2011. Terima kasih.
Tagged under: PES

Alfred Riedl telah mengumumkan 25 calon pemain penghuni timnas Indonesia U-23 yang akan bertanding pada ajang Sea Games 2011 dan Pra Olimpiade 2012. Dan katanya, tim ini akan melakukan uji coba untuk menguji kemampuan. Rencananya timnas U-23 akan bertanding melawan Turkmenistan bulan depan dan mengincar Adelaide United, klub asal Australia. Dan juga beredar kabar bahwa timnas U-23 akan bertanding melawan timnas senior Malaysia yang mengalahkan timnas senior Indonesia pada final piala AFF 2010.
Oleh karena itu, seperti biasanya saya akan melakukan simulasi pada PES 2010. Mengapa saya tidak memakai PES 2011? Saya tidak menggunakan PES 2011 karena belum ada timnas U-23. Selain itu, saya juga lebih menyukai PES 2010 dibandingkan dengan PES 2011. Berhubung di PES 2010 saya tidak ada Turkmenistan atau Adelaide United. Saya memilih Malaysia sebagai lawan pada simulasi kali ini.
Saya katakan sekali lagi, simulasi ini hanya untuk hiburan saja. Bukan merupakan kenyataan. Namun dari sekian simulasi yang saya lakukan selama ini, ternyata skornya tidak beda jauh dengan yang asli. Contohnya, simulasi Indonesia VS Uruguay dengan skor 3-5, yang aslinya 1-7, total golnya sama yaitu delapan. Simulasi Indonesia VS Thailand dengan skor 2-2, yang aslinya 2-1, total golnya beda tipis satu, dan skornya hampir sama, selain itu pada simulasi terdapat penalti BP seperti yang aslinya, sayangnya pada simulasi, BP tak mencetak gol, kalau gol jadi 3-2.
Berikut line-up dari kedua tim (Formasi ini versi saya, bukan versi Om Riedl maupun Om Rajagobal, tingkat kesulitan Top Player, waktu 20 menit)

Berikut jalannya pertandingan, selamat menyaksikan.
Misi balas dendam timnas U23 pun dimulai. Meski secara kualitas berbeda, mereka ingin meraih kemenangan di hadapan pendukung timnas Indonesia. Menit-menit awal, timnas U23 langsung menyerang. Peluang didapatkan oleh Titus Bonai melalui umpan Okto Maniani, sayangnya sundulannya masih melenceng jauh di samping gawang Khairul Fahmi.
Permainan cepat di menit-menit awal membuat repot barisan pertahanan Malaysia. Akhirnya gol pun dapat tercipta pada menit ke-4 melalui sundulan kepala Titus Bonai. Diawali dari penyerangan dari sisi kanan oleh Johan Yoga Utama, pemain Persib Bandung ini melepaskan tendangan yang membentur tiang gawang Khairul Fahmi. Bola pantulan dimanfaatkannya kembali dengan melakukan crossing kepada Titus Bonai, gol pun tercipta.
Malaysia terlihat tampil dominan dalam penguasaan bola, namun sayangnya peluang yang tercipta sangat sedikit. Duo bek tengah dari Sriwijaya, Rachmat Latief dan Gunawan mampu membendung serangan-serangan dari Malaysia.
Kesalahan dilakukan oleh Asraruddin Putra Omar, umpan lambungnya menuju sisi pertahanan kiri Malaysia dapat di-interceptoleh Yoga Utama. Ia pun langsung memberikan through pass cantik kepada Yongki Ariwibowo, gol pun tercipta pada menit ke-35. Gol tersebut menutup keunggulan 2-0 timnas U23 pada babak pertama.
Di babak kedua, Indonesia Junior tetap melakukan serangan bertubi-tubi. Seharusnya, Indonesia dapat menciptakan gol lebih banyak pada babak pertama, sayangnya Khairul Fahmi melakukan penyelamatan-penyelamatan jitu.
Serangan bertubi-tubi Indonesia kembali membuahkan hasil, gol tercipta kembali melalui Yongki pada menit ke-51 atau 6 menit setelah babak kedua dimulai. Lagi-lagi berawal dari Yoga Utama di sisi kanan penyerangan Indonesia yang dimulai dari kerja sama di lini penyerangan Indonesia yang sangat baik. Yoga Utama yang berhadapan one-on-one dengan Khairul Fahmi, melepaskan tendangannya. Bola yang ditepis oleh Khairul langsung disambar dengan akselerasi luar biasa oleh Okto Maniani di sisi penyerangan kiri. Lagi-lagi bola membentur tiang gawang, bola reborn tersebut berhasil dimanfaatkan oleh Yongki, skor 3-0 bagi timnas Indonesia U23.
Pergantian pemain, Yoga Utama dan Dendy digantikan oleh Riski Novriansyah dan David Laly
Malaysia mencoba membalas, serangan terus dilancarkan oleh Idlan maupun Safee. Dan akhirnya Malaysia dapat mencetak gol melalui Safiq Rahim pada menit ke-81. Berawal dari kesalahan bek timnas U23, bola berhasil diintercept oleh Idlan yang memberikan umpan kepada Amirul Hadi yang langsung memberikan umpan kembali kepada Idlan, satu-dua yang sangat bagus. Idlan pun tinggal berhadapan one-on-one dengan Kurnia Meiga. Tembakan berhasil diluncurkan dan bola membentur tiang gawang. Bola reborn pun langsung disambar oleh Safiq Rahim.
Safiq Rahim memperkecil kedudukan menjadi 3-1
Gol mengejutkan tersebut membuat timnas U23 bangkit. Hanya berselang 1 menit, gol bagi timnas U23 berhasil diciptakan oleh Yongki yang sekaligus menjadi gol ketiganya alias hatrick tepatnya pada menit ke-82. Berawal dari Titus Bonai yang memberikan umpan ke sisi kiri penyerangan Indonesia, dengan kecepatannya Okto Maniani langung memberikan crossing kepada Yongki yang tiba-tiba muncul dari belakang dan melakukan sundulan keras ke gawang Khairul.
Selebrasi Yongki setelah mencetak 3 gol ke gawang Malaysia
Malaysia mencoba untuk memperkecil kedudukan dan Indonesia Junior mencoba untuk memperbesar keunggulan. Di menit-menit akhir, Riski Novriansyah yang menggantikan Yoga Utama mendapatkan peluang emas. Namun sampai habisnya pertandingan, kedua tim tidak dapat mencetak gol.
Skor berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan Indonesia. Hatrick Yongki berhasil membuatnya sebagai man of the match dalam pertandingan ini dengan nilai tertinggi 7.5. Penguasaan bola Indonesia lebih rendah dibandingkan Malaysia, yaitu 44:56. dua kartu kuning diberikan oleh wasit kepada A. Farizi pada menit ke-64 dan S. Kunanlan pada menit ke-67.
Young Key!