Followers

09 January 2012

Tagged under:

Gol-gol Liga Indonesia (IPL & ISL) PES 2012



Kali ini saya akan berbagi video mengenai gol-gol liga Indonesia baik ISL maupun IPL yang saya mainkan melalui PES 2012. Mengenai masalah dua kompetisi di Indonesia (maaf hanya ingin menyampaikan aspirasi) yaitu ISL dan IPL, menurut saya biarkan saja kompetisi tersebut berjalan. Kita (saya) ambil sisi positifnya saja, berikut ini keuntungan dengan adanya dua kompetisi tersebut.
1. Meningkatnya lapangan pekerjaan, baik untuk pemain sepak bola itu sendiri maupun untuk staff/manajemen.
2. Banyaknya tontonan sepak bola Indonesia bagi masyarakat.
3. Munculnya pemain-pemain (muda) baru yang tidak terkenal.
4. Memberikan pengalaman baru bagi pemain pada atmosfer kompetisi yang berbeda.
5. Meningkatnya kualitas sarana (perbaikan stadion, rumput, dll.) di bidang olahraga sepak bola Indonesia.

Kita dapat lihat munculnya pemain-pemain yang awalnya tidak terkenal, yang mungkin bakatnya tidak dapat ditonton di layar kaca sebelumnya. Contohnya ialah Andik Vermansyah, namanya melambung tinggi di akhir tahun 2011 ini. saya telah mengetahui nama pemain ini sejak tahun 2008, saat umurnya 17 tahun, kala itu namanya masih terkenal di kalangan Surabaya saja. Banyak juga pemain-pemain Persebaya lainnya Rendi Irawan maupun Taufik.

Selain itu di kedua kubu Persija ISL maupun IPL, terdapat banyak pemain muda yang jarang dimainkan musim lalu, saat ini menjadi starter, contohnya adalah Hasyim Kipuw dan Ramdani Lestaluhu. Musim lalu, saya tidak pernah melihat Hasyim Kipuw bermain di Persija, hebatnya dia menjadi pemain inti saat ini. Begitu juga dengan Andritani. Beda halnya dengan Ramdani Lestaluhu, ia sering dimainkan sebagai pemain cadangan musim lalu.

Begitu pula di Persija IPL, saya menyangka tim ini bukanlah tim yang kuat dilihat dari komposisi pemainnya. Ternyata banyak pemain muda yang cukup berbakat, terdapat Sansan Fauzi, Hendra Bayau, Sedek Sanaki, Chairul Rivan, dll.

Di PSM Makassar juga bermunculan pemain-pemain muda yang berpotensial, ditambah lagi mereka diasuh oleh pelatih asing yang menurut saya memiliki kualitas yang sangat baik, Petar Segrt.

Namun hal yang sangat disayangkan bahwa pemain ISL tidak bisa menjadi bagian dari timnas Indonesia, siapa saja boleh masuk timnas asalkan memiliki kemampuan yang mumpuni, tanpa pemain ISL bisa jadi timnas Indonesia akn semakin terpuruk, kita lihat saja nanti pada saat kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Bahrain nanti.

Menurut saya wajar-wajar saja memiliki dua kompetisi yang berbeda, Indonesia merupakan negara yang besar, penduduknya juga banyak. Hal yang tidak wajar adalah orang Indonesia tapi tidak diperbolehkan membela Indonesia padahal mereka memiliki kemampuan.

Nah, berikut ini merupakan galeri gol-gol liga Indonesia yang saya mainkan melalui PES 2012. Selamat menyaksikan :)



















21 November 2011

Tagged under:

Simulasi PES 2010 Indonesia vs Malaysia Final SEA Games 2011



Final SEA Games 2011 di bidang sepak bola memang sudah diprediksi akan mempertemukan Indonesia dengan Malaysia. Malaysia yang merupakan juara bertahan tentunya tidak ingin kalah dari Indonesia. Di sisi lain Indonesia sebagai tuan rumah ingin menjadi juara setelah puasa gelar begitu lama untuk kembali mendapatkan medali emas di ajang sepak bola SEA Games.

Seperti biasa, saya akan kembali membuat simulasi melalui Pro Evolution Soccer. Saya masih memakai PES 2010, soalnya di PES 2012 maupun 2011 tidak ada timnas Indonesia U-23 maupun timnas Malaysia U-23. Berikut line-up dari kedua tim.

Indonesia U-23: Kurnia Meiga (GK), Abdul Rahman, Gunawan Dwi Cahyo (CB), Septia Hadi, Diego Michiels (SB), Dirga Lasut, ©Egi Melgiansyah (CMF), Andik Vermansyah, Okto Maniani (SMF), Titus Bonai, Patrick Wanggai (CF).
Malaysia U-23: Khairul Fahmi (GK), Amer Saidin, Muslim Ahmad (CB), Fadhli Sas, Fandi Othman (SB), K. Gurusamy, Irfan Fazail (CMF), Yong Kuong Yong, ©Badrol Baktiar (SMF), Syahrul Azwari, Izzaq Faris (CF).

Berikut ini jalannya pertandingan kepada para penonton silakan menikmati.
Pertandingan pun dimulai. Indonesia yang melakukan kick-off terlebih dahulu langsung melakukan penyerangan. Diawali dari umpan Septia Hadi ke Tibo dari sisi kanan penyerangan Indonesia, Tibo langsung memberikan umpan cantik kepada Patrich yang langsung disambarnya melalui beberapa sentuhan, Dari luar kotak penalti Patrich langsung mengejutkan melalui tendangan jarak jauhnya, tidak terlalu kuat namun sangat terarah, bola menuju ke sisi kanan tiang gawang Khairul Fahmi, ia pun melakukan penyelamatan di menit-menit awal ini dan hanya mendapatkan tendangan penjuru bagi Indonesia.

Tibo's show

Melalui tendangan penjuru yang diambil Egi, Abdul Rahman langsung melakukan overlapping, namun sayang bola dapat dimuntahkan oleh bek Malaysia. Bola bebas pun langsung disambar oleh Okto Maniani, namun bola dengan mudah ditangkap oleh Khairul Fahmi.

Penyerangan Indonesia yang sangat agresif di menit-menit awal memaksa sang kapten, Badrol Baktiar untuk melakukan pelanggaran terhadap Tibo, ia pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit sekitar menit ke-4.

Indonesia terus-menerus melakukan penyerangan, terkadang dibantu oleh Diego Michiels dari sisi kiri penyerangan Indonesia. Melalui Diego Michiels bola mengalir kepada Andik menuju ke Patrich dan dilanjutkan dengan show dari Tibo yang dapat melewati bek Malaysia dari sisi kanan penyerangan Indonesia, bola pun langsung diumpan kepada Patrich yang langsung disambarnya, namun sayang bola menyambar tiang. Andik Vermansyah pun langsung datang memanfaatkan bola reborn tersebut dan gol pertama pun tercipta pada menit ke-10 olehnya.

Diego Michiels, satu-satunya pemain naturalisasi di timnas u-23 saat ini

Malaysia sesekali mencoba untuk menyerang namun sayang tak ada satu pun yang berbuah menjadi gol. Indonesia kembali melakukan penyerangan. Dan melalui tendangan pojok Diego Michiels mencetak gol melalui sundulan kepalanya pada menit ke-23. Skor 2-0 bagi Indonesia membuat mental pemain Malaysia semakin menurun.

Indonesia terus menyerang seolah-olah mereka belum puas dengan skor yang didapat. Melalui serangan balik gol pun kembali tercipta pada menit ke-38 melalui Patrick Wanggai di mana Tibo menjadi pengumpannya.

Indonesia terus menguasai jalannya pertandingan. Serangan terus dilancarkan melalui Andik, Egi, Tibo, Patrich maupun Diego. Sampai babak pertama usai, skor masih tetap 3-0 bagi Indonesia.

Muslim Ahmad dan Fadhli Sas berbincang usai babak pertama selesai

Di babak kedua, Malaysia tetap tidak ingin menyerah, kick-off baru dimulai Malaysia langsung menyerang, berkali-kali melalui Izzaq Faris, gawang Kurnia Meiga hampir saja kebobolan. Indonesia pun mencoba menyerang. Melalui kesalah umpan dari bek Malaysia bola pun langsung diambil oleh Patrich yang langsung memberikan umpan kepada Tibo yang berdiri bebas tanpa kawalan. Titus Bonai. pun mencetak gol keempat bagi Indonesia pada menit ke-63. Skor 4-0 bagi Indonesia seolah-olah tak ada harapan lagi bagi Malaysia untuk menjadi juara.

Di menit-menit akhir, beberapa pergantian pemain akan dilakukan oleh kedua pelatih. Sebelum peristiwa itu terjadi, Indonesia kembali mencetak gol melalui Patrick Wanggai pada menit ke-85. Diawali dari penetrasi Tibo, ia pun memberikan umpan kepada Andik, melalui crossing Andik, bola pun disundul melalui kepala Patrich. Skor 5-0 bagi Indonesia.

Pada masa injury time Malaysia dapat memperkecil kedudukan melalui tendangan penjuru yang dimanfaatkan dan disundul oleh Izzaq Faris, memanfaatkan kesalahan Kurnia Meiga. Skor pun menjadi 5-1.

Rating 7.0 Patrick Wanggai menjadi man of the match dengan mencetak dua gol

Indonesia U-23 akhirnya menang pada simulasi PES dengan skor 5-1. Meskipun hanyalah simulasi ini merupakan harapan agar Indonesia bisa menang malam ini apapun skor yang didapat. Saya yakin Indonesia pasti bisa!





09 October 2011

Tagged under:

Bursa Transfer Liga Indonesia 2011/2012

Eka Ramdani (Persisam Samarinda), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Gonzalez (Persisam Samarinda), Alberto Goncalves (Persipura Jayapura)

Halo para pembaca yang sedang membaca bacaan ini. Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Seperti biasa, saya menulis apa yang tidak ditulis orang lain. Kalau bursa transfer Eropa mungkin anda bisa membacanya di situs-situs bola. Kali ini saya akan membahas mengenai bursa transfer di Liga Indonesia yang sebentar lagi akan bergulir yaitu tanggal 15 Oktober nanti. Saya akan memperinci satu per satu, pemain baru Liga Indonesia di setiap klub.

Arema Indonesia
Eka Hera (Bontang FC), Rigan Agachi, Legimin Raharjo, Amadeus Suropati, Dede Sulaiman, Putut Waringin Jati, Jaya Teguh Angga, Usep Munandar.
Jujur saya kecewa sama Arema. Karena dualisme, pemainnya banyak yang ngabur. Padahal tim ini akan menghadapi AFC Cup tahun depan.

Deltras Sidoarjo
Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Mijo Dadic (Persiba Balikpapan), Risman, Kevin Young, Shahril Ishak (Medan Chief), Ahmad Amiruddin, M. Fachrudin, Juan Revi (Arema).
Dilatih oleh mantan pelatih Medan Chief. Deltras Sidoarjo aktif dalam bursa transfer kali ini. Beberapa mantan pemain Medan Chief ikut diboyong olehnya.

Mitra Kukar
Hendro Kartiko (Persija Jakarta), Hamka Hamzah, Victor Igbonefo (Persipura Jayapura), Isnan Ali (Persib Bandung), Ahmad Bustomi (Arema), Saktiawan Sinaga (Semen Padang), Zulham Zamrun (Persela Lamongan), Ardan Aras, Jajang Mulyana (Pelita Jaya), Arif Suyono, Bobby Satria (Sriwijaya FC), Lee Sang Min, Marcus Bent (kakak Darent Bent)
Dilatih oleh mantan pelatih Filipina, tim promosi asal Kalimantan ini merekrut beberapa pemain yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta Liga Indonesia. Dan kabarnya tim ini akan mendatangkan Hadji Diouf.

Pelita Jaya
Erick Setiawan (Persiba Balikpapan), Firdaus Ramadhan (Persitara Jakarta), Van Beukering, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran, Stanislay Jehekov, Sasa Radivojevic, A. Bajevski.

Persela Lamongan
Ngon A Djam, Satoshi Otomo.

Persib Bandung
Jendri Pitoy, M. Ilham, M. Nasuha, Toni Sucipto, Aliyudin, Sigit Hermawan (Persija Jakarta), Zulkifli (Arema), Zdravco Dragicevic.
Menurut saya skuad Persib merupakan skuad terbaik di Liga Indonesia. Di sisi pertahanan maupun gelandang sudah sangat baik (diisi oleh pemain timnas) namun di sisi depan saya kurang yakin apakah Zdravco Dragicevic Persib dapat mencetak gol banyak di musim 2011/2012.

Persiba Balikpapan
Rachmat Latief (SFC), Syaiful Lewenusa, Ahmad Sembiring (Persisam Samarinda), Yanuar Tri, Mujib Ridwan, Sutikno (Deltras Sidoarjo), Matsunaga Shohei (Persib Bandung), Kenji Adachihara (Bontang FC), Supriyadi (Persiwa Wamena).

Persiba Bantul
Andi Setiawan (PSMS Medan), Emanuel Cristori, Eduardo Bizzaro, Kornelis Kaimu, Burhanudin, Kim Yong Han, Angga Pratama, Patrik Domal.

Persidafon
Ada yang tau kabarnya?

Persija Jakarta
Johan Juansyah (Persijap Jepara), Rachmat Affandi (Persib Bandung), Charis Yulianto, Fabiano (Persela Lamongan), Robertino (Persiba Balikpapan).

Persijap Jepara
Agus Cima, Banaken Bosoken (PSPS Pekanbaru), Julio Lopez (Persisam Samarinda).

Persipura Jayapura
Padwa (Persiwa Wamena), Victor Pae (Persidafon), Beto Goncalves (Persijap Jepara).

Persiraja Aceh
Yudi Khoerudin, Gilang Angga Kusuma (Persib Bandung), Imral Usman.

Persisam Samarinda
Usman Pribadi (Deltras Sidoarjo), Eka Ramdani, Gonzalez, Johan Yoga, Diaz Angga (Persib Bandung), Yongki Aribowo (Arema), Eka Santika (Persiba Balikpapan), Joko Sidik, Arifki Ekaputra (Bontang FC), Andri Tani, Ngurah Wahyu, Hasim Kipau (Persija Jakarta), Djayusman, Lopicic, Luc Owona.

Persiwa Wamena
O.K. John, Harmoko.

PSPS Pekanbaru
Fauzal Mubarok, Ade Suhendra (SFC), Irfan Raditya (Arema), Park Chul Hyung, Gusrifen Efendi (Semen Padang), Ambrizal (Persija Jakarta), Ali Khadafi (Bontang FC), Leonardo Veron, Michael Oho.

Semen Padang FC
Mustofa Aji, Abdul Rahman (Pelita Jaya), Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena), Saepulloh, Richard Matui, Yoshua Pahabol, Zico Aipa.

Sriwijaya FC
Nova Arianto, Hilton Moreira, Siswanto (Persib Bandung), Syamsul Chaerudin (Persija Jakarta), Markus Bakhtiar (Persiba Balikpapan), Septia Hadi (PSPS Pekanbaru), Rizki Novriansyah (Persijap Jepara), Rachmat Rivai (Persipura Jayapura), Rifky Mokodompit, M. Zainal Abidin, M. Shobran.

Secara mengejutkan Eka Ramdani pindah ke Persisam, tentu saja para bobotoh banyak yang kecewa. Mitra Kukar membeli beberapa pemain bintang. Ada apa dengan Persija dan Arema? Padahal keduanya akan mengikuti AFC Cup. Kemana Markus Haris akan berlabuh? Tak ada kabar klub yang akan memboyongnya. Dian Agus siap memperkuat tim mana saja seteah absen setahun pada Liga Indonesia 2010/2011. Siapakah yang akan jadi juara? Mari kita saksikan Liga Indonesia 2011/2012, kick off tanggal 15 Oktober 2011.


Transfer di atas belum termasuk enam klub tambahan Liga Indonesia. Kalau ada beberapa kesalahan pada transfer di atas, mohon dikoreksi agar bisa diperbaiki dan kalau ada yang ingin menambahkan dapat mengisi pada kotak komentar di bawah ini.





07 August 2011

Tagged under:

Simulasi PES 2010 Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Ronde Ketiga: Bahrain vs Indonesia



Indonesia lolos ke fase kualifikasi PD 2014 ronde ketiga zona Asia, setelah mengalahkan Turkmenistan dengan skor tipis 4-3 (5-4). Indonesia yang tergabung dalam grup E akan berhadapan dengan Iran, Qatar dan Bahrain yang berasal dari Timur Tengah. Kali ini saya bermaksud untuk melakukan simulasi kembali di PES seperti yang sudah ada sebelumnya. Saya menggunakan mode Community untuk memainkannya. Bedanya dengan kehidupan nyata dalam, fase grup masing-masing tim hanya melawan tim lainnya sekali, bukan dua kali (Home-Away). Jadi, hanya akan ada 3 pertandingan per tim, bukan 6.

Lawan yang akan saya lawan pertama kali dalam simulasi ini adalah Bahrain. Di mana di pertandingan sebelumnya Indonesia mampu mengalahkan Bahrain 2-1 pada Piala Asia 2007. Nah, berikut formasi yang saya pakai.

GK: Ferry
DF: Zulkifli, Hamka, Wahyu Tanto, M. Ridwan
MF: M. Ilham, A. Bustomi, Firman Utina, Okto Maniani
FW: Gonzalez, Boaz

Berkut ini merupakan foto-foto yang berhasil ditangkap oleh juru kamera beserta deskripsi atau jalannya pertandingan.



Serangan Boaz Solossa di menit-menit awal dari sisi kanan pertahanan Bahrain, selanjutnya ia melakukan crossing namun tak dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebuah gol pertama.



Serangan silih berganti namun tak ada gol yang tercipta di babak pertama, skor masih tetap 0-0. Pertahanan kedua tim masih sangat disiplin.



Di babak kedua Bahrain mendapatkan melalui tendangan bebas namun masih dapat ditangkap dengan baik oleh Ferry Rotinsulu.



Bahrain terus melakukan penyerangan bertubi-tubi, diawali dari sebuah tendangan sudut, Bahrain hampir saja merubah skor menjadi 1-0.



Pemain Bahrain, John, mendapatkan peluang yang seharusnya menjadi gol yang berawal dari umpan jauh sisi kanan penyerangan Bahrain . Ia hanya berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Indonesia, Ferry Rotinsulu.



Pertahan dari Indonesia yang amburadul membuat John kembali mendapatkan peluang emas melalui tendangan first touch-nya. Sayangnya tidak dapat dijadikan gol karena penyelamatan luar biasa oleh Ferry Rotinsulu.

Pertandingan usai dengan skor kacamata 0-0. Serangan bertubi-tubi Bahrain membuat Indonesia kewalahan dan untungnya peluang-peluang emas oleh Bahrain gagal dijadikan gol.






26 July 2011

Tagged under: ,

Galeri Timnas in PES dan The Two Thrones Park

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, sekitar 3 bulan. Hal ini dikarenakan sibuknya penulis di dunia nyata. Kali ini saya hanya akan berbagi hasil jepretan saya melalui fraps, setidaknya untuk mengisi dan meramaikan blog ini kembali. Nulisnya juga gak sempet panjang lebar. Nah, ini dia galeri timnas in PES (berhubung timnas is back) dan juga galeri The Two Thrones Park buatan saya. Silahkan menikmati...







Dari galeri di atas terdapat dua pemain asal Jayapura yang bukan merupakan pemain timnas senior, yaitu Ian Kabes dan Wanggai yang menurut saya layak menjadi pemain timnas. Selanjutnya inilah galeri The Two Thrones Park...

IMAGES IS BEING UPLOADED NOW