Followers

12 March 2013

Tagged under: ,

If I Were You, Indonesian National Team Coach...


Google Translate: Jika Aku Menjadi, Pelatih Timnas Indonesia...

Here i am back again, with the different language. Now again, i will share about Indonesia football. Good news from Indonesia football, ISL (Indonesia Super League) player will join the squad of Indonesia national football team. Many good players from ISL will join the squad. It will be tough competition to be the starting eleven.
If i were the coach, this is my starting eleven formation:

4-4-2
Goal Keeper: Kurnia Meiga
Surely i cant choose who is the best Indonesia goalkeeper. I think they have same quality, but it will better to play the young-man, then i choose Kurnia Meiga rather than Ferry Rotinsulu or Made Wirawan. Other alternatives are Wahyu Tri Nugroho, i think he is great too.

Defender: Wahyu Wiji Astanto, Victor Igbonefo, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy
Overall Hamka Hamzah’s defence skill is better than Wahyu Wiji Astanto—I choose Wahyu just because his nightmare-posture, nowithstanding he is a slow player.
However, I still confuse to choose who is the left back. M. Nasuha, he is a good left back, his games in AFF Suzuki Cup 2010 was impressing. But now, you won’t see his game again because of his injury. Furthermore, he does not have any club. Besides, Diego Michiels is a great player but his performance is not great for now. So, i choose Ricardo Salampessy as left back, if you know, he was playing as left back in Asian Cup 2007, and he is good enough.
The naturalized player, Victor Igbonefo, i think he has superb defence and good body balance.
And the right back, Zulkifli Syukur, has good overlapping and crossing, the substitusion is Hasyim Kipuw, i think he is great too. Maybe, Raphael Maitimo and Supardi has good ability as right back, besides, Zulkifli is still better than them.

Midfielder: Ahmad Bustomi, Firman Utina, Andik Vermansyah, Greg Nwokolo
Composure and precise—quality pass is Ahmad Bustomi style. He is enforcer as midfielder, the anchor man in the middle field. His long pass is delicious for the striker, and his composure is different than any Indonesian footballer, makes him a quality player. I really like this player. Right or left, left or right, both side of his foot is good. I absolutely agree if he is the best centre-midfielder in Indonesia.
Firman Utina, senior player, is a great midfielder. Just because of his age, his stamina is not good as he has in the past, besides that, his short and long pass is still nice.
Lionel Messi from Indonesia, people said that, he is Andik Vermansyah—the 160cm height footballer. His speed and agility is superb. The defender will have trouble when one-by-one with him, the defender is forced to have yellow card in order to take football from this Messi. Fall and rise, with his speed, Andik is the fastest Indonesian footballer, i think.
One of naturalized player, Greg Nwokolo, has great attack, speed, agility, technique, and dummy. His individual skill is a nightmare for the defender. Greg usually played as striker, but i think he is quite good played as left winger.

Striker: Boaz Solossa, Sergio Van Djik
The best pure Indonesian striker, Boaz Solossa, from the east Indonesia. His agility, speed and shoot is really terrify. However, his contribution for Indonesia is not good enough like what he has been done in Persipura. He is still young, 26 years old, his journey is still long enough as Indonesia footballer, his contribution to Garuda must be maximize. With his quality left-foot, he ready to score goal(s) for Indonesia!
The newest, the best, naturalized player, Sergio Van Djik, ever became A-League top scorer. As striker, he has everything, response, speed, left-foot shoot and nice posture for header. He could be mentioned as the best Indonesian footballer. 185cm height makes him usually score with his shine-bald-head. His powered-left-foot makes him become a nightmare striker. He will started debut as Garuda player—I hope he scored many goals for Indonesia. Stir your stumps, SVD!

And as the coach, this is the substitusion player
Substitusion: Ferry Rotinsulu, Hamka Hamzah, Supardi, M. Ridwan, M. Taufiq, Patrich Wanggai

Starting eleven in other formation:
4-5-1 Version
Kurnia, Wahyu, Igbonefo, Zulkifli, Ricardo, Bustomi, Firman, M. Taufiq, Andik, Greg, Van Djik

3-5-2 Version
Kurnia, Wahyu, Igbonefo, Hamka, Zulkifli, M. Ridwan, Bustomi, Firman, M. Taufiq, Greg, Van Djik

3-4-3 Version
Kurnia, Wahyu, Igbonefo, Hamka, Zulkifli, M. Ridwan, Bustomi, Firman, Andik, Boaz, Van Djik


This is my starting eleven as Indonesia national team coach. What do you think? How about you? Share and comment your starting eleven here!



M. Rasyid Ridha
 
hashtag: #timnas #garuda #indonesia #sepakbola #sergiovandjik

22 February 2012

Tagged under:

Goyangkan Steak-mu pada PES 2012 Menggunakan Tim IPL maupun ISL



Dengan judul tulisan “Goyangkan Steak-mu pada PES 2012 Menggunakan Tim IPL maupun ISL”, saya akan menyampaikan sesuatu yang lagi-lagi berkaitan dengan olahraga nomor satu di dunia, permainan simulasi dari KONAMI dan olahraga yang membuat Indonesia menjadi cenat-cenut, yang semuanya itu tercantum dan dikemas rapi dalam judul di atas, ditambah dengan bumbu-bumbu kategori makanan dan pergerakan yang bisa jadi membuat sebuah gelombang.

Goyang, Steak, PES 2012, Sepak Bola, IPL dan ISL.

Makanan pada judul di atas mengarah kepada suatu alat yang biasa digunakan seseorang untuk memainkan permainan simulasi PES 2012. Ngomong-ngomong soal Steak, saya berbeda dengan yang lainnya, kalau orang-orang menggunakan Steak sebagai makanannya, saya menggunakan Keyboard untuk memainkan PES 2012. Jujur, saya tidak bisa menggunakan Steak, bahkan sampai saat ini saya tidak hafal mana tombol L1, R2, bulat, segitiga, kotak di mana mereka berada. Saya lebih familiar dengan tombol W, A, D, X, Q dan E. Maklum, saat pertama kali memainkan permainan simulasi sepak bola, saya menggunakan keyboard, jadi terbawa sampai saat dewasa ini.

Kalau saya bertanding melawan teman saya, saya selalu menggunakan keyboard dan teman seya menggunakan Steak, padahal ada dua. Ya, pernah kalah, pernah menang. Memori indah yang pernah saya cetak kala itu (saat masih main PES 2011), saya berhasil membabat habih ketiga teman saya yang menggunakan Steak dengan skor telak 5-0, menggunakan Chelsea, sedangan ketiganya itu menggunakan tim kuat juga (saya lupa namanya). Satu orang keyboardist melawan tiga orang steaker Ini menjadi keunikan tersendiri, pasalnya cuma saya yang bermain PES dengan menggunakan keyboard di antara teman-teman saya yang lainnya.

Perbedaan lainnya yang saya miliki yaitu kalau orang-orang mungkin bercerita mengenai sepak bola Eropa maupun luar negeri, kalau saya berbicara tentang sepakbola lokal. Kalau main PES, teman-teman saya pasti menggunakan tim-tim yang sudah terkenal seperti, Barcelona, Real Madrid, MU, City, Arsenal, Chelsea, Liverpool, AC Milan, dll. Jarang yang ada menggunakan tim underdog maupun tim papan tengah di liganya masing-masing. Berbeda dengan saya, kalau ada teman saaya yang ingin bermain di laptop saya, saya mengajak teman saya untuk menggunakan tim lokal, hasil editan saya sendiri, databasenya asli sesuai dengan pengamatan saya dan skuadnya juga up to date, baik IPL maupun ISL.

Selain itu, saya tidak hanya menyukai satu tim sepak bola di kota masing-masing. Mentang-mentang saya tinggal di kota Palembang, saya akan selalu dan hanya suka pada Sriwijaya FC. Tidak begitu, saya juga menyukai seluruh tim sepak bola yang berada di ISL maupun IPL. Saya tidak membeda-bedakan tim, semuanya disukai, Persib, Persipura, Persebaya, Arema, Persisam, Persiba (Bantul kek Balikpapan), Persija (ISL kek IPL, semuanya keren, padahal pemainnya gak mewah-mewah semua), Persidafon, Persiwa, Semen Padang, PSPS, Persibo, Persegres, PSM dan lain-lain. Tingkat kesukaan terhadap tim lokal Indonesia akan bertambah jikalau stadionnya bagus, pemainnya muda dan enerjik, pendukungnya fanatik, pemainnya sederhana (gak terkenal) tapi hebat, pelatihnya cerdik (terutama yang lokal, saya lebih suka itu).

Saya (agak sedikit) prihatin dengan keadaan sepak bola Indonesia saat ini. Yang sangat disayangkan adalah peringkat FIFA sepak bola Indonesia menurun. Tapi apa yang dapat saya lakukan? saya hanya bisa menyalurkannya melalui sebuah permainan simulasi dari Jepang, PES 2012, dengan cara membuat tim IPL maupun ISL. Di bawah ini merupakan beberapa kenangan saat saya bermain PES 2012 menggunakan tim lokal Indonesia. Pada laga sebelumnya pada link ini, saya menayangkan gol-gol indah PES 2012 yang saya mainkan dengan menggunakan tim IPL maupun ISL, sekaligus digunakan sebagai ajang kompetisi video gol PES 2012 yang diadakan oleh Gururupa Indonesia, lumayan hadiahnya berupa uang (elektronik) alias pulsa.

Footbal Life PES 2012 IPL dan ISL











Kalau anda ingin menggoyangkan Steak anda dengan menggunakan tim IPL maupun ISL anda dapat terbang ke gururupaindonesia.com.












09 January 2012

Tagged under:

Gol-gol Liga Indonesia (IPL & ISL) PES 2012



Kali ini saya akan berbagi video mengenai gol-gol liga Indonesia baik ISL maupun IPL yang saya mainkan melalui PES 2012. Mengenai masalah dua kompetisi di Indonesia (maaf hanya ingin menyampaikan aspirasi) yaitu ISL dan IPL, menurut saya biarkan saja kompetisi tersebut berjalan. Kita (saya) ambil sisi positifnya saja, berikut ini keuntungan dengan adanya dua kompetisi tersebut.
1. Meningkatnya lapangan pekerjaan, baik untuk pemain sepak bola itu sendiri maupun untuk staff/manajemen.
2. Banyaknya tontonan sepak bola Indonesia bagi masyarakat.
3. Munculnya pemain-pemain (muda) baru yang tidak terkenal.
4. Memberikan pengalaman baru bagi pemain pada atmosfer kompetisi yang berbeda.
5. Meningkatnya kualitas sarana (perbaikan stadion, rumput, dll.) di bidang olahraga sepak bola Indonesia.

Kita dapat lihat munculnya pemain-pemain yang awalnya tidak terkenal, yang mungkin bakatnya tidak dapat ditonton di layar kaca sebelumnya. Contohnya ialah Andik Vermansyah, namanya melambung tinggi di akhir tahun 2011 ini. saya telah mengetahui nama pemain ini sejak tahun 2008, saat umurnya 17 tahun, kala itu namanya masih terkenal di kalangan Surabaya saja. Banyak juga pemain-pemain Persebaya lainnya Rendi Irawan maupun Taufik.

Selain itu di kedua kubu Persija ISL maupun IPL, terdapat banyak pemain muda yang jarang dimainkan musim lalu, saat ini menjadi starter, contohnya adalah Hasyim Kipuw dan Ramdani Lestaluhu. Musim lalu, saya tidak pernah melihat Hasyim Kipuw bermain di Persija, hebatnya dia menjadi pemain inti saat ini. Begitu juga dengan Andritani. Beda halnya dengan Ramdani Lestaluhu, ia sering dimainkan sebagai pemain cadangan musim lalu.

Begitu pula di Persija IPL, saya menyangka tim ini bukanlah tim yang kuat dilihat dari komposisi pemainnya. Ternyata banyak pemain muda yang cukup berbakat, terdapat Sansan Fauzi, Hendra Bayau, Sedek Sanaki, Chairul Rivan, dll.

Di PSM Makassar juga bermunculan pemain-pemain muda yang berpotensial, ditambah lagi mereka diasuh oleh pelatih asing yang menurut saya memiliki kualitas yang sangat baik, Petar Segrt.

Namun hal yang sangat disayangkan bahwa pemain ISL tidak bisa menjadi bagian dari timnas Indonesia, siapa saja boleh masuk timnas asalkan memiliki kemampuan yang mumpuni, tanpa pemain ISL bisa jadi timnas Indonesia akn semakin terpuruk, kita lihat saja nanti pada saat kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Bahrain nanti.

Menurut saya wajar-wajar saja memiliki dua kompetisi yang berbeda, Indonesia merupakan negara yang besar, penduduknya juga banyak. Hal yang tidak wajar adalah orang Indonesia tapi tidak diperbolehkan membela Indonesia padahal mereka memiliki kemampuan.

Nah, berikut ini merupakan galeri gol-gol liga Indonesia yang saya mainkan melalui PES 2012. Selamat menyaksikan :)



















21 November 2011

Tagged under:

Simulasi PES 2010 Indonesia vs Malaysia Final SEA Games 2011



Final SEA Games 2011 di bidang sepak bola memang sudah diprediksi akan mempertemukan Indonesia dengan Malaysia. Malaysia yang merupakan juara bertahan tentunya tidak ingin kalah dari Indonesia. Di sisi lain Indonesia sebagai tuan rumah ingin menjadi juara setelah puasa gelar begitu lama untuk kembali mendapatkan medali emas di ajang sepak bola SEA Games.

Seperti biasa, saya akan kembali membuat simulasi melalui Pro Evolution Soccer. Saya masih memakai PES 2010, soalnya di PES 2012 maupun 2011 tidak ada timnas Indonesia U-23 maupun timnas Malaysia U-23. Berikut line-up dari kedua tim.

Indonesia U-23: Kurnia Meiga (GK), Abdul Rahman, Gunawan Dwi Cahyo (CB), Septia Hadi, Diego Michiels (SB), Dirga Lasut, ©Egi Melgiansyah (CMF), Andik Vermansyah, Okto Maniani (SMF), Titus Bonai, Patrick Wanggai (CF).
Malaysia U-23: Khairul Fahmi (GK), Amer Saidin, Muslim Ahmad (CB), Fadhli Sas, Fandi Othman (SB), K. Gurusamy, Irfan Fazail (CMF), Yong Kuong Yong, ©Badrol Baktiar (SMF), Syahrul Azwari, Izzaq Faris (CF).

Berikut ini jalannya pertandingan kepada para penonton silakan menikmati.
Pertandingan pun dimulai. Indonesia yang melakukan kick-off terlebih dahulu langsung melakukan penyerangan. Diawali dari umpan Septia Hadi ke Tibo dari sisi kanan penyerangan Indonesia, Tibo langsung memberikan umpan cantik kepada Patrich yang langsung disambarnya melalui beberapa sentuhan, Dari luar kotak penalti Patrich langsung mengejutkan melalui tendangan jarak jauhnya, tidak terlalu kuat namun sangat terarah, bola menuju ke sisi kanan tiang gawang Khairul Fahmi, ia pun melakukan penyelamatan di menit-menit awal ini dan hanya mendapatkan tendangan penjuru bagi Indonesia.

Tibo's show

Melalui tendangan penjuru yang diambil Egi, Abdul Rahman langsung melakukan overlapping, namun sayang bola dapat dimuntahkan oleh bek Malaysia. Bola bebas pun langsung disambar oleh Okto Maniani, namun bola dengan mudah ditangkap oleh Khairul Fahmi.

Penyerangan Indonesia yang sangat agresif di menit-menit awal memaksa sang kapten, Badrol Baktiar untuk melakukan pelanggaran terhadap Tibo, ia pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit sekitar menit ke-4.

Indonesia terus-menerus melakukan penyerangan, terkadang dibantu oleh Diego Michiels dari sisi kiri penyerangan Indonesia. Melalui Diego Michiels bola mengalir kepada Andik menuju ke Patrich dan dilanjutkan dengan show dari Tibo yang dapat melewati bek Malaysia dari sisi kanan penyerangan Indonesia, bola pun langsung diumpan kepada Patrich yang langsung disambarnya, namun sayang bola menyambar tiang. Andik Vermansyah pun langsung datang memanfaatkan bola reborn tersebut dan gol pertama pun tercipta pada menit ke-10 olehnya.

Diego Michiels, satu-satunya pemain naturalisasi di timnas u-23 saat ini

Malaysia sesekali mencoba untuk menyerang namun sayang tak ada satu pun yang berbuah menjadi gol. Indonesia kembali melakukan penyerangan. Dan melalui tendangan pojok Diego Michiels mencetak gol melalui sundulan kepalanya pada menit ke-23. Skor 2-0 bagi Indonesia membuat mental pemain Malaysia semakin menurun.

Indonesia terus menyerang seolah-olah mereka belum puas dengan skor yang didapat. Melalui serangan balik gol pun kembali tercipta pada menit ke-38 melalui Patrick Wanggai di mana Tibo menjadi pengumpannya.

Indonesia terus menguasai jalannya pertandingan. Serangan terus dilancarkan melalui Andik, Egi, Tibo, Patrich maupun Diego. Sampai babak pertama usai, skor masih tetap 3-0 bagi Indonesia.

Muslim Ahmad dan Fadhli Sas berbincang usai babak pertama selesai

Di babak kedua, Malaysia tetap tidak ingin menyerah, kick-off baru dimulai Malaysia langsung menyerang, berkali-kali melalui Izzaq Faris, gawang Kurnia Meiga hampir saja kebobolan. Indonesia pun mencoba menyerang. Melalui kesalah umpan dari bek Malaysia bola pun langsung diambil oleh Patrich yang langsung memberikan umpan kepada Tibo yang berdiri bebas tanpa kawalan. Titus Bonai. pun mencetak gol keempat bagi Indonesia pada menit ke-63. Skor 4-0 bagi Indonesia seolah-olah tak ada harapan lagi bagi Malaysia untuk menjadi juara.

Di menit-menit akhir, beberapa pergantian pemain akan dilakukan oleh kedua pelatih. Sebelum peristiwa itu terjadi, Indonesia kembali mencetak gol melalui Patrick Wanggai pada menit ke-85. Diawali dari penetrasi Tibo, ia pun memberikan umpan kepada Andik, melalui crossing Andik, bola pun disundul melalui kepala Patrich. Skor 5-0 bagi Indonesia.

Pada masa injury time Malaysia dapat memperkecil kedudukan melalui tendangan penjuru yang dimanfaatkan dan disundul oleh Izzaq Faris, memanfaatkan kesalahan Kurnia Meiga. Skor pun menjadi 5-1.

Rating 7.0 Patrick Wanggai menjadi man of the match dengan mencetak dua gol

Indonesia U-23 akhirnya menang pada simulasi PES dengan skor 5-1. Meskipun hanyalah simulasi ini merupakan harapan agar Indonesia bisa menang malam ini apapun skor yang didapat. Saya yakin Indonesia pasti bisa!





09 October 2011

Tagged under:

Bursa Transfer Liga Indonesia 2011/2012

Eka Ramdani (Persisam Samarinda), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Gonzalez (Persisam Samarinda), Alberto Goncalves (Persipura Jayapura)

Halo para pembaca yang sedang membaca bacaan ini. Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Seperti biasa, saya menulis apa yang tidak ditulis orang lain. Kalau bursa transfer Eropa mungkin anda bisa membacanya di situs-situs bola. Kali ini saya akan membahas mengenai bursa transfer di Liga Indonesia yang sebentar lagi akan bergulir yaitu tanggal 15 Oktober nanti. Saya akan memperinci satu per satu, pemain baru Liga Indonesia di setiap klub.

Arema Indonesia
Eka Hera (Bontang FC), Rigan Agachi, Legimin Raharjo, Amadeus Suropati, Dede Sulaiman, Putut Waringin Jati, Jaya Teguh Angga, Usep Munandar.
Jujur saya kecewa sama Arema. Karena dualisme, pemainnya banyak yang ngabur. Padahal tim ini akan menghadapi AFC Cup tahun depan.

Deltras Sidoarjo
Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Mijo Dadic (Persiba Balikpapan), Risman, Kevin Young, Shahril Ishak (Medan Chief), Ahmad Amiruddin, M. Fachrudin, Juan Revi (Arema).
Dilatih oleh mantan pelatih Medan Chief. Deltras Sidoarjo aktif dalam bursa transfer kali ini. Beberapa mantan pemain Medan Chief ikut diboyong olehnya.

Mitra Kukar
Hendro Kartiko (Persija Jakarta), Hamka Hamzah, Victor Igbonefo (Persipura Jayapura), Isnan Ali (Persib Bandung), Ahmad Bustomi (Arema), Saktiawan Sinaga (Semen Padang), Zulham Zamrun (Persela Lamongan), Ardan Aras, Jajang Mulyana (Pelita Jaya), Arif Suyono, Bobby Satria (Sriwijaya FC), Lee Sang Min, Marcus Bent (kakak Darent Bent)
Dilatih oleh mantan pelatih Filipina, tim promosi asal Kalimantan ini merekrut beberapa pemain yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta Liga Indonesia. Dan kabarnya tim ini akan mendatangkan Hadji Diouf.

Pelita Jaya
Erick Setiawan (Persiba Balikpapan), Firdaus Ramadhan (Persitara Jakarta), Van Beukering, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran, Stanislay Jehekov, Sasa Radivojevic, A. Bajevski.

Persela Lamongan
Ngon A Djam, Satoshi Otomo.

Persib Bandung
Jendri Pitoy, M. Ilham, M. Nasuha, Toni Sucipto, Aliyudin, Sigit Hermawan (Persija Jakarta), Zulkifli (Arema), Zdravco Dragicevic.
Menurut saya skuad Persib merupakan skuad terbaik di Liga Indonesia. Di sisi pertahanan maupun gelandang sudah sangat baik (diisi oleh pemain timnas) namun di sisi depan saya kurang yakin apakah Zdravco Dragicevic Persib dapat mencetak gol banyak di musim 2011/2012.

Persiba Balikpapan
Rachmat Latief (SFC), Syaiful Lewenusa, Ahmad Sembiring (Persisam Samarinda), Yanuar Tri, Mujib Ridwan, Sutikno (Deltras Sidoarjo), Matsunaga Shohei (Persib Bandung), Kenji Adachihara (Bontang FC), Supriyadi (Persiwa Wamena).

Persiba Bantul
Andi Setiawan (PSMS Medan), Emanuel Cristori, Eduardo Bizzaro, Kornelis Kaimu, Burhanudin, Kim Yong Han, Angga Pratama, Patrik Domal.

Persidafon
Ada yang tau kabarnya?

Persija Jakarta
Johan Juansyah (Persijap Jepara), Rachmat Affandi (Persib Bandung), Charis Yulianto, Fabiano (Persela Lamongan), Robertino (Persiba Balikpapan).

Persijap Jepara
Agus Cima, Banaken Bosoken (PSPS Pekanbaru), Julio Lopez (Persisam Samarinda).

Persipura Jayapura
Padwa (Persiwa Wamena), Victor Pae (Persidafon), Beto Goncalves (Persijap Jepara).

Persiraja Aceh
Yudi Khoerudin, Gilang Angga Kusuma (Persib Bandung), Imral Usman.

Persisam Samarinda
Usman Pribadi (Deltras Sidoarjo), Eka Ramdani, Gonzalez, Johan Yoga, Diaz Angga (Persib Bandung), Yongki Aribowo (Arema), Eka Santika (Persiba Balikpapan), Joko Sidik, Arifki Ekaputra (Bontang FC), Andri Tani, Ngurah Wahyu, Hasim Kipau (Persija Jakarta), Djayusman, Lopicic, Luc Owona.

Persiwa Wamena
O.K. John, Harmoko.

PSPS Pekanbaru
Fauzal Mubarok, Ade Suhendra (SFC), Irfan Raditya (Arema), Park Chul Hyung, Gusrifen Efendi (Semen Padang), Ambrizal (Persija Jakarta), Ali Khadafi (Bontang FC), Leonardo Veron, Michael Oho.

Semen Padang FC
Mustofa Aji, Abdul Rahman (Pelita Jaya), Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena), Saepulloh, Richard Matui, Yoshua Pahabol, Zico Aipa.

Sriwijaya FC
Nova Arianto, Hilton Moreira, Siswanto (Persib Bandung), Syamsul Chaerudin (Persija Jakarta), Markus Bakhtiar (Persiba Balikpapan), Septia Hadi (PSPS Pekanbaru), Rizki Novriansyah (Persijap Jepara), Rachmat Rivai (Persipura Jayapura), Rifky Mokodompit, M. Zainal Abidin, M. Shobran.

Secara mengejutkan Eka Ramdani pindah ke Persisam, tentu saja para bobotoh banyak yang kecewa. Mitra Kukar membeli beberapa pemain bintang. Ada apa dengan Persija dan Arema? Padahal keduanya akan mengikuti AFC Cup. Kemana Markus Haris akan berlabuh? Tak ada kabar klub yang akan memboyongnya. Dian Agus siap memperkuat tim mana saja seteah absen setahun pada Liga Indonesia 2010/2011. Siapakah yang akan jadi juara? Mari kita saksikan Liga Indonesia 2011/2012, kick off tanggal 15 Oktober 2011.


Transfer di atas belum termasuk enam klub tambahan Liga Indonesia. Kalau ada beberapa kesalahan pada transfer di atas, mohon dikoreksi agar bisa diperbaiki dan kalau ada yang ingin menambahkan dapat mengisi pada kotak komentar di bawah ini.