Followers

Showing posts with label Life-architecture. Show all posts
Showing posts with label Life-architecture. Show all posts

14 February 2017

Tagged under: , , ,

Life-logging: Garap Data Pribadi Lebih Dalam di Tahun 2017


Istilah life-logging, quantified-self maupun personal analytics baru terdengar di telingaku akhir-akhir ini. Ternyata, melakukan entri data seperti mencatat pengeluaran per hari yang aku lakukan di tahun-tahun sebelumnya merupakan bagian dari istilah tersebut. Di tahun 2017 ini pun, aku memulai mengambil data yang kuhasilkan sehari-hari hingga ke level yang lebih detail, hingga ke waktu spesifik dan kali ini, tidak hanya mengenai data pengeluaran saja. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai data-data yang kuhasilkan dari berbagai macam sisi sekaligus menjadi proyek pribadi “iseng-isengan” dan “seru-seruan”. Secara keseluruhan framework dari proyek yang aku namakan sebagai Data Gue adalah:
Track/Gather -> Understand/Visualize/Analyze -> Review/Act





Data-data yang akan kutinjau adalah:
  • Pengeluaran harian *
  • Data makan siang (di mana dan dengan siapa)
  • Transaksi perbankan (menarik uang di ATM, transfer)
  • Transaksi belanja online *
  • Transaksi GO-JEK
  • Data penggunaan telepon pintar (menggunakan bantuan aplikasi QualityTime)
  • Film di bioskop yang ditonton *
  • Sosial media (Twitter, Line, Telegram)
* sudah pernah dilakukan di tahun–tahun sebelumnya

Selain melakukan penggarapan data melalui data entri manual via spreadsheet ataupun melalui aplikasi android seperti TapLog, visualisasi lebih lanjut pun akan dilakukan dan jika perlu dilakukan analisis secara lebih mendalam. Sebenarnya akan lebih menarik lagi untuk menggarap data pribadi yang berkaitan dengan kesehatan. Terlebih lagi, life-logging memang lebih mengutamakan data seperti itu dan juga penggarapan data dilakukan secara otomatis melalui perangkat IoT tertentu.

Tentu saja, akan menjadi lebih fantastis lagi apabila data yang lebih rinci dapat digarap. Setiap detik kehidupan kita, data-data pribadi kita bisa dihasilkan dari detak jantung, aliran darah bahkan teriakan yang kita hembuskan, semuanya bisa dibentuk menjadi data dan dikuantifikasi. Bahkan saya berpikir, ada suatu alat IoT yang tertempel di tubuh kita, merekam apa yang kita lakukan, apa yang kita bicarakan, data suara kita diubah ke teks dan dibentuklah word cloud maupun dilakukan analisis sentimental yang berguna untuk peninjauan dan refleksi diri secara harian.

Inspirasi:

“Happy Lifelogging, Happy Journaling your Life”


22 January 2017

Tagged under: , ,

Review Akhir Tahun 2016: Overview


Pergantian tahun merupakan sebuah momentum untuk menilik apa yang telah dilakukan selama satu tahun ke belakang sekaligus merancang arsitektur kehidupan di tahun selanjutnya. Merancang resolusi tahunan dan tujuan spesifik dapat membantu kita untuk memfokuskan energi pada hal-hal yang menurut kita penting.

Aku mulai merancang sebuah arsitektur tujuan pada tahun 2014, sayangnya tujuan tersebut terlalu umum, tidak spesifik, tidak memiliki batas waktu yang spesifik, tidak memiliki tahap demi tahap yang spesifik, sehingga tujuan tersebut hanya berakhir menjadi sebuah untaian kata-kata semata. Melirik dari kesalahanku yang bisa dibilang kurang bijak dalam merancang tujuan dan kurangnya motivasi untuk mencapai tujuan tersebut, aku pun memulai membuat tujuan yang sederhana pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2015.

Start from 2015        
Tujuanku di tahun 2015 sangatlah simpel yaitu lulus dari Statistika Unpad dengan durasi 3,5 tahun dan dengan IPK minimum 3,25. Tujuanku lainnya yang sebenarnya tidak tergolong wajib adalah memperluas wilayah kunjunganku di Indonesia bagian timur dengan cara mengikuti lomba statistika, diawali dari DAC yang akan diselenggarakan di Surabaya yang berakhir gagal hingga akhirnya, aku pun berkesempatan untuk memperluas wilayahku ke Jogja dengan mengikuti ONS di UGM. Selain itu, aku pun mendapatkan kesempatan untuk berada di tempat yang lebih jauh lagi yaitu Malang untuk mengikuti NSC di Unibraw.

Sebagai langkah awal bagiku untuk lulus pada bulan Februari 2016, aku memastikan tiket tempat magang di penghujung batas waktu. Semester 7 pun merupakan semester yang penuh tantangan. Semuanya serba berada di penghujung batas waktu, mulai dari tanggal seminar, sidang maupun yudisium. IPK yang kudapatkan pun sangat tipis berada di atas target yang ingin kucapai. Menariknya, apabila aku tidak melakukan protes untuk memperbaiki nilai suatu mata kuliah di penghujung Desember 2015, aku tidak akan meraih target IPK yang ingin kucapai.

Bingkai yang terbentuk sangatlah simpel yaitu: tentukan tujuan spesifik, tentukan tahapan dalam menggapai tujuan tersebut, lakukan tahapan tersebut, tinjau ulang dan kalau perlu revisi tahapan yang sudah dibuat dan kembali lakukan tahapan revisi tersebut dan seterusnya. Melihat hasil positif yang kudapatkan di tahun 2015, 100% misi sukses, aku pun mulai mencanangkan tujuan-tujuan lainnya di tahun 2016. Aku menancapkan empat pilar utama tujuan yang hendak kucapai di tahun 2016 agar aku memfokuskan hal tersebut seutuhnya, yaitu:
  • Mengumpulkan nilai kapital seharga tiga puluh juta rupiah
  • Meraih nilai TOEFL ITP minimal 550
  • Membaca minimal 15 buku
  • Mengumpulkan tulisan yang kutulis sebanyak dua ratus ribu kata
Beberapa tujuan tidak utama dan tidak spesifik lainnya meliputi meningkatkan kemampuan teknis (pemrograman, data sains, dan sebagainya), meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan sebagainya. Tujuan awal saat itu, pasca lulus Februari 2016, yang tidak kalah penting adalah mendapatkan pekerjaan. Tujuan yang bisa dibilang merupakan tujuan turunan dari pilar utama pertama tujuan di tahun 2016 karena untuk mengumpulkan kapital sedemikian besar, aku pun harus mendapatkan pekerjaan. Secara lebih spesifik, aku mematok angka minimal lima juta rupiah sebagai remunerasi yang ingin kudapatkan.

Mendapatkan pekerjaan adalah priotas utamaku saat awal tahun kala itu. Bisa dibilang, hal tersebut merupakan tantangan dan ujian awal bagiku di tahun 2016. Pada bulan April 2016, aku pun berhasil mendapatkan pekerjaan dengan remunerasi di atas dari ambang batas minimal lima juta rupiah yang kucanangkan.
Secara keseluruhan, aku hanya mampu menyelesaikan tiga dari empat pilar utama di tahun 2016, hanya 75% saja, dikarenakan pilar keempat gagal kucapai. Aku hanya mampu mengumpulkan sekitar 190.000 kata, terpaut 10.000 kata dari target yang ingin dicapai. Namun begitu, aku tetap puas dengan performa dan pencapaianku di tahun 2016. Sudah saatnya, aku melambung lebih tinggi lagi dan mencanangkan pilar utama lainnya yang lebih fantastis. Berikut ini hasil tinjauan dari keempat pilar utama tahun 2016 yang kucanangkan.

Mengumpulkan nilai kapital seharga tiga puluh juta rupiah
Accomplish date: 23 Desember 2016
Misi inilah yang mendorongku untuk segera mendapatkan pekerjaan secepatnya di tahun 2016. Aku pun berhasil mengakhiri hari-hari pengangguranku pada tanggal 18 April 2016. Dan berdasarkan kalkulasi finansial yang kulakukan, aku memang bisa dengan mudahnya mengakumulasi kapital senilai tiga puluh juta rupiah sebelum tahun 2016 berakhir. Namun, tidak semudah itu, aku mendapatkan sedikit goncangan saat perjalanan awal karirku dimulai. Bahkan, aku hampir saja tidak mampu menyelesaikan misi yang satu ini jikalau aku ikut tergoncang akibat goncangan yang melanda di akhir tahun 2016.

Meraih nilai TOEFL ITP di atas 550
Accomplish date: 24 Desember 2016
Tanpa disangka-sangka, goncangan yang terjadi di penghujung tahun 2016 membuyarkan rencanaku untuk menyediakan beberapa waktu dan energi luang untuk belajar TOEFL ITP selama satu bulan penuh. Aku pun sempat berpikir untuk tidak mengikuti tes TOEFL ITP dikarenakan goncangan yang melanda namun aku harus tetap konsisten terhadap rencanaku di awal tahun. Jauh-jauh hari, aku sudah menargetkan diri untuk mengikuti tes TOEFL ITP pada akhir Desember 2016. Dua bulan sebelumnya, aku sudah mencanangkan diri untuk mengikuti tes TOEFL ITP pada tanggal 17 Desember 2016 di Lembaga Bahasa UI, Depok.

Tanpa persiapan sama sekali, aku pun memberanikan diri untuk mengikuti tes TOEFL ITP untuk memenuhi janjiku sendiri. Aku pun menemukan tempat yang lebih dekat untuk mengikuti tes ini, yaitu di UTC, Kuningan, Jakarta Selatan, hanya sekitar 400 meter dari kosanku saat itu. Dan pada akhirnya, tanggal 17 Desember 2016, aku mengikuti tes TOEFL ITP, sambil berserah diri, menikmati heningnya mendung di hari sabtu kala itu. Pasca tes dilaksanakan, aku merasa kurang yakin mampu meraih target skor di atas 550. Aku hanya melakukan tes tersebut sebisaku saat itu, menyelesaikan bacaan-bacaan secara tenang dan logis, meskipun pada sesi mendengarkan, ada beberapa bagian yang tidak bisa kutangkap seutuhnya, dan juga pada sesi struktur bahasa (grammar), aku tidak yakin 100% terhadap beberapa soal yang kukerjakan.

Meskipun begitu, tanpa disangka-sangka, aku mampu mendapatkan nilai TOEFL sedikit di atas target yang ingin kucapai. Aku mendapatkan kiriman satu minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 24 Desember 2016. Sesuai dengan prediksiku, sesi membaca diperoleh nilai tertinggi dibandingkan sesi mendengarkan dan sesi struktur bahasa. Meskipun tanpa persiapan khusus, rutinitas membaca yang kulakukan sekaligus menambah kosakata bahasa Inggris di tahun 2016 dapat mendongkrak skor membacaku. Terlebih lagi, aku membiasakan diri untuk melatih diri melalui tes yang lebih sulit lagi dibandingkan TOEFL ITP, yaitu GRE.

Saat masih menjadi siswa SMA tahun pertama (antara 2009 dan 2010), aku mengikuti tes TOEFL prediksi yang diadakan sekolah dan hanya mendapatkan skor sebesar 447 saja. Pada tahun 2015, sebagai mahasiswa semester 6, aku pun kembali mencoba mengikuti tes TOEFL prediksi untuk mengetahui kemampuanku saat itu, dan skor yang kucapai sebesar 510, meningkat sebesar 53. Di awal tahun 2016, aku menargetkan untuk mendapatkan skor TOEFL di atas 550, dan kali ini, aku mengikuti tes yang sesungguhnya, bukan prediksi. Di akhir tahun 2016 pun, aku berhasil mendapatkan skor TOEFL ITP sebesar 570, meningkat sebesar 60, sekaligus menuntaskan targetku yang dibentuk di awal tahun 2016.

Membaca minimal 15 buku
Accomplish date: 2 September 2016
Di tahun 2016, aku membiasakan diri untuk meningkatkan aktivitas membaca, baik membaca buku maupun artikel bermanfaat. Aku pun memulai kebiasaan membaca pada tahun 2015 dan menyadari betapa bermanfaatnya aktivitas sederhana yang satu ini. Membaca dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, pengendalian diri, kosakata, kemampuan berpikir dan hal-hal positif lainnya.

Pada awal tahun 2016, sebagai seorang pembaca buku pemula, aku mematok diri untuk menuntaskan lima belas buku. Pada akhir tahun 2016, aku berhasil menuntaskan 20 buku, dengan 5 buku yang aku kategorikan sebagai buku yang bisa dibilang sangat singkat. Aku berhasil menyelesaikan 15 buku, tepatnya pada tanggal 2 September 2016, dengan buku bacaan yang kuselesaikan kala itu adalah The Outliers yang ditulis oleh Om Gladwell.

Mengumpulkan tulisan yang kutulis sebanyak dua ratus ribu kata
Accomplish date: failed
Dua ratus ribu kata bukanlah angka yang bisa dibilang sedikit. Dua ratus ribu kata setara dengan tiga novel. Di pertengahan tahun 2016, aku sudah pede dengan mengumpulkan tulisan sebanyak 140.000 kata. Namun, karena kelalaian diri dan kebiasaan menulis yang menurun di semester dua tahun 2016, aku hanya mampu mengumpulkan sekitar 190.000 kata, terpaut 10.000 kata dari angka yang kucanangkan.

Seperti halnya membaca, aku mulai membiasakan diri untuk menulis pada awal tahun 2015, diawali dengan kelahiran Life Architecture kala itu. Di tahun 2016, beberapa wadah baru pun terlahir seperti New Stratch, Magnum Opus, Idea Writing dan Design Writing. Menulis seperti halnya membaca merupakan aktivitas yang juga bermanfaat. Aku menulis dalam rangka untuk mengeluarkan emosi, pengetahuan, peninjauan, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Meskipun tidak mampu mencapai target yang kucapai, aku sudah cukup puas dengan total kata sebanyak 190.000 kata yang kukumpulkan selama dua tahun ini.

Be more fantastic in 2017
Tahun 2017 akan menjadi tahun yang lebih menantang lagi bagi diriku. Aku berusaha untuk mengembangkan diri dari berbagai aspek, baik tangibel maupun intangibel. Aku pun menyiapkan tiga pilar utama yang tidak berbeda jauh dibandingkan tahun 2016, lebih minimalis dan tanpa adanya misi mengumpulkan kapital, yaitu:
  • Mendapatkan nilai IELTS minimal 7.0
  • Membaca minimal 20 buku
  • Mengumpulkan tulisan yang kutulis sebanyak tiga ratus ribu kata
Secara non-spesifik, berikut ini targetku di tahun 2017:
  • Meningkatkan kesehatan fisik, mental dan spiritual
  • Meningkatkan kemampuan teknis sebagai seorang ahli data
  • Mengikuti seminar maupun lomba terutama dalam hal yang berkaitan dengan data
  • Memiliki rancangan untuk S2 (latar belakang, tujuan, program studi, dokumen)
  • Melakukan percobaan pertama untuk mendapatkan beasiswa dengan modal nilai TOEFL ITP

10 October 2016

Tagged under: , ,

Getting Started with Data Science


Getting Started with Data Science
by Muhammad Rasyid Ridha
On his way to becoming a changemaker as a data magician in the future

“Data science, the combination of statistics and computer science, is a perfect match for me to get my hands dirty in this world”

My journey has been started these days when I just joined the team as a Data Scientist in a novel company, focusing on data, Dattabot. In this company, there are many things that I would like to improve, both from the technical or interpersonal side. I lay my time in this company not only to seek financial benefit but also something more than that, a precious experience that can improve my worth and competitive advantage as data scientist who can solve various problems with his creativity, idea and algorithm, both from machine learning or statistics.

A little intermezzo
By the end of 2016, my main goals will have been already finished, such as: getting >550 TOEFL ITP score, accumulating 200k words, accumulating IDR30,000k and finishing reading >15 books. In 2017, I will be reborn as a better person with much higher vision that can impact the others to make a greater change. Therefore, I can define that stuff as a leadership. For me, a leader is someone who can make an impact regardless of their current positional leadership. In the first stage, I learn the art of leadership to control myself first and get to know how my brain work and then become the artist who can lead people with his inspiration.

Besides those 2016 main goals, the other sides of my goals such as: getting healthy with such criteria based on my mental, physical and spiritual is also important to be accomplished. In the mental side, for example, I would like to control and lead myself with more mindfulness so that I am able to make a better and clearer decision making. I also train my body with proper exercise, both aerobic and strength training with additional of nutritious food. In the spiritual side, I want to improve my sense of tranquility by praying mindfully and learning Quran thoroughly.

Goal as a Data Scientist in 2016
As a data scientist, I have my own goal and expectation in this company, but I do not stick myself with it one-hundred percent. Also, these goals below are not specific enough but it is enough for me as a starter in data science world as a basic fuel for my long journey as data magician. I deal with problems related to data, both with my personal project data or company-cased data.
1.      Get to know and apply basic machine learning algorithm
2.      Master R (Shiny, data visualization) and Python (Web scraping, machine learning)
3.      Finish personal database and data science project (daily life, financial, movement, and historical data)

Application of Data Science
“Aplikasi nu data sains teh luas pisan”
There is no doubt that data science can solve many problems from various fields because as long as data is available, we can crunch the numbers, get the machine learning and statistics turn on and there lies the power of data science, an art of translating data into something meaningful. I even think to make use of my daily life data as a basic description for my decision making. My personal project is about designing database for my daily life data such as expense, network, flight history, event, personal information, etc. It is just a first stage, I also want to make use that data with stunning data visualization using a web application (Shiny or d3.js maybe) by creating such user-friendly dashboard.

Well, it is just my imagination on the rainbow sea. The most necessary thing is that I can learn and improve myself in playing with data and solving hard problems with the power of data science. As an individual, it is true that I am interested in many things, not only statistics and data science but also in other fields such as economy, psychology, health, politics, history, philosophy, sociology, architecture, engineering, technology, finance, business, literature, writing, etc.

The problems are everywhere and also data is ubiquitous. The good news is that nowadays, technology has helped us much to make data storing, analysis and processing faster. The term of big data, for example, can improve the speed of data processing and automation. We can compute millions of matrix which seem impossible if we compute it manually with a pencil. As a data scientist, indeed, I also need to know the current technology that can help me in translating data into meaningful insight.

In this paragraph, I would like to question myself with the plethora of interest inside my brain regarding data science. Specifically, what is my main concern as a data scientist? What kind of problem that I interest most? Although I have a great extent of interests, I can not become an expert in all of them at the same time. I need a core value, a specific specialization as a data scientist who has the capability in solving specific problems in such field.

As a human, with all of my knowledge, I have a zeal willingness to give benefits to this world as much as I can. With data science, I believe that I can give such impact for society, especially for my country, Indonesia. Therefore, I prefer to choose such specific fields in data science, like economy, urban and health because, in my opinion, those areas can give a huge impact on society, for example in urban analytics where I can improve transportation quality by doing data science project by monitoring the movement of people in urban area. In the future, I would like to get a master degree in data science, econometrics or epidemiology.

Third Party
Dattabot, Data Science Indonesia, UN Global Pulse Jakarta, Open Data Jakarta, TransJakarta, Jakarta Smart City, Open Data Lab Jakarta and Satu Data Indonesia.

Learn English, Learn the Art of Writing
Once more, I write this excerpt on Engish because I would like to improve my writing skill. I want to become an avid writer who can make a masterpiece of writing that can mesmerize people and inspire them in doing goodness. Learning the art of writing is one of my way to share my ideas in English with a great context of sophisticatedness. I know that currently, my writing—based on grammar, organization, and vocabulary—is still not good enough. To improve my English writing skill, there is no doubt that practicing is indispensable.

26 January 2016

Tagged under: , , ,

Pindah ke LA (Life Architecture), Arsitektur Kehidupan, Nama Baru

Hai guys! Blog ini sudah berganti nama dari edo-undercover.blogspot.com jadi lifearch.blogspot.com. Gue aktif-aktifnya ngeblog ya pas SMA ketika waktu itu, puncaknya pada tahun 2010, jamannya piala AFF. Kalian bisa liat tulisan gue sebelumnya yang berjudul Transformasi: Simple Plane. Di situ, gue sempet punya semangat nulis lagi dan mengganti titel dari blog gue menjadi Simple Plane. Gue mau ganti URL tapi takut ga kedetek di google. Tulisan itu ditulis pada awal 2014, dan tetep weh “anget-anget tai ayam”. Gue niat nulis lagi tapi nyatanya tulisan yang kebentuk pasca 2014 ga banyak2 amat. Bisa dikatakan transformasi yang gagal wkwkwkwk.

Kali ini gue mau reformasi dan transformasi lagi. Gue mau bikin tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hidup gue beserta dunia dan isinya. Gue ga tanggung-tanggung buat ganti URL menjadi lifearch.blogspot.com. Ya, gue kudu mulai lagi dari nol. Lagipula, meskipun menggunakan nama lama, tetep weh ga ada perkembangan. Gue juga sempet pengen bikin wordpress karena temanya yang “stunning” dan bisa jadi laman pribadi gue ke depannya tanpa embel-embel numpang lagi, jadi langsung nama.com.  Tapi, gue ga pingin mulai semuanya bener-bener dari nol lagi. Gue ga pengen terjadi dualisme dalam laman diri gue. Apalagi, gue udah nemuin template yang cocok dan berkhas UI dari Templateism yang nurut gue lumayan.

URL blog lama gue masih ada tautannya karena bisa jadi orang-orang di dunia maya sudah nempel banget sama URL itu. Ketika mereka pergi ke URL tersebut, mereka akan kehilangan arah. Oleh karena itu, gue tetep mempertahankan yang lama sebagai “redirecter” ke laman ini. Jadi, kalo kalian buka URL yang lama, edo-undercover.blogspot.com, secara otomatis, kalian akan menuju laman ini, lifearch.blogspot.com. Hal ini tidak berlaku untuk pengguna smartphone karena tampilan mobile yang bikin skrip untuk “redirect” ga bekerja. Jadi, lu kudu pencet “View Web Version” kalo mau menuju ke laman ini via smartphone kalau melintas dulu di URL yang lama.

Dalam LA alias Life Architecture (bukan Los Angeles yak), gue bakalan nyempetin nulis lebih banyak lagi (wacana lagi hehehe, semoga ini bisa terealisasi). Gue nulis tujuan utamanya ga lain dan ga bukan adalah buat diri gue sendiri, kalo ada pembaca yang merasakan manfaatnya, itu merupakan suatu nilai tambah. Dengan menulis, gue bisa menyampaikan pendapatan via bahasa tulisan yang bersifat imortal. Jadi, apa yang ada dalam pikiran gue bisa diabadikan lewat tulisan. Kalau lewat lisan kan bakalan terbuang begitu saja. Tulisan yang gue tulis juga bakalan jadi indikator perkembangan hidup gue. By the way, gue telah memasuki umur 20 tahun semenjak 121 hari yang lalu. Anyway, memasuki umur 20 tahun is a real changing life di mana gue bakal tumbuh pesat. Kebahagian, kesenangan, kegalauan, ketakutan, ketidakpastian dan tetek-bengeknya bakal ngumpul di masa-masa ini. Sayang kalo gue ga ngerekam dan mengabadikannya dalam tulisan.

Free Writing on my laptop
Ngomong-ngomong tentang tulisan, meskipun gue ga aktif di dunia tulis-menulis pada blogger. Gue tetep aktif kok nulis-nulis ga karuan menggunakan bahasa Indonesia maupun Inggris di laptop pribadi gue. Gue sempat menciptakan laman “Free Writing” di laptop gue yang merupakan tulisan spontan yang amburadul, tidak terencana dan tidak sistematis. Istilahnya, gue nulis langsung aja tanpa ada revisian ataupun kerangka seperti halnya kalo emang lo mau nulis. Gue ngikutin advis dari buku 59 seconds yaitu salah satu agar kita bahagia adalah dengan cara menulis. Gue nulis di situ awalnya buat ngungkapin kegelisahan dan perasaan gue. Terbukti, gue jadi lebih lega dibandingkan kalo gue ga nulis. Kini, sudah tercipta 50ribuan kata dalam kurun waktu hampir setahun dalam laman tersebut dengan tanggal produksi perdana pada 22 Februari 2015.

Di blog gue dengan nama baru dan URL baru di sini, gue juga bakalan nyetor beberapa tulisan terpilih dari “Free Writing” ke blog ini dengan tanggal penulisannya. Pada tulisan-tulisan terbaru sebelumnya, Three Strikes Writing dan The Seventh and the Previous Season berasal dari “Free Writing” serta tanggal penulisannya juga tercatut di sana. Gue juga bakalan nyetor-nyetor tulisan gue yang berasal dari laptop pribadi gue pada laman “Knowledge Writing” maupun laman-laman lainnya dalam Life Architecture di laptop pribadi gue.

Ide Life Architecture sendiri terbangun saat gue magang di Pertamina Balongan pada Agustus yang lalu. Awalnya, LA dibentuk dalam laptop pribadi gue yang berisi mengenai rancangan tersruktur mengenai masa depan gue dan tetek-bengeknya. Akhirnya pada akhir November, LA merambat ke laman pribadi gue. Ini nih, ada sedikit cuplikan menggnakan bahasa Inggris mengenai Life Architecture dari laptop pribadi gue. Gue nulis tulisan ini pas magang ke dalam dokumen MS Word dengan nama “Intro.docx”. Di tulisan ini, gue ngebeberin kenapa nama yang gue kasih adalah “Life Architecture”.
INTRODUCTION TO LIFE ARCHITECTURE 23 August 2015
I open a new section here and I name it “Life Architecture”.
Why “architecure”?
Yes, I have obsessed with the word “architecture” itself. Architecture means an art of building. Generally, architecture means design and structure. In the past, I have ever think to become an architect. When I was a child, I loved to make and design something usually via PC games, Rollercoaster Tycoon. I was surprised by my imagination on that moment. It was full of vivid of life. I was able to create such an art.  However, I never chosed and continued that way and I rather chosed the other path. I am destined to learn statistics. Mathematics which is full of uncertainty identifies me as well.
However, I still fall in love with architecture. I love the art itself. Yes, the art which is full of simplicity and have really good looking. Architecture is a design and structure. Life itself should have a design, preparation, a structure that held a belief for myself to make me steady and ready for the future.  
Life is a game. I have been destined to be I. As I, I have good starting point. I should be very grateful to the Creator. I am so grateful to be born in this era, peace era. I am grateful to be born as Indonesian. It has many cultures that make us different. One but variate and converge to many things.
As a human, I should do my best and all the rest is up to the Creator. Every steps I have overcame, I should prepare well for the better future in the next events. Thus, I created this section to help me create my design of life which contains the plan for my future. I am my own life architect. I design my life to be like what in the future.
Welcome to life architecture!

Intinya, selamat datang di LA, arsitektur kehidupan, yang akan membawa gue ke level kehidupan yang lebih tinggi. Hobi dan kegiatan yang bakalan gue tingkatkan adalah membaca dan menulis. Gue membaca untuk memberi makan otak gue, biar pikiran gue lebih terbuka, dan juga ide-ide cemerlang “Aha moment” bisa berdatangan. Gue menulis buat menjelaskan kembali apa yang gue baca, menceritakan apa yang gue rasain dan sebagai potongan rekaman yang bersifat tahan lama.

Di tulisan berikutnya, gue bakal bikin hesteg-hesteg baru, such as: 
Tulisan panjang lebar yang bakalan coming soon  nanti adalah Kaleidoskop 2015 dan Draw My Life. Kaleidsokop merupakan runtutan kejadian tersorot yang terjadi dari Januari 2015 hingga Desember 2015. Sedangkan Draw My Life (DML) adalah gambaran kehidupan gue sejak lahir hingga sekarang yang disajikan dalam tulisan. Biasanya DML ini disiarkan dalam bentuk video oleh para yutuber tapi gue bakal menyajikannya dengan tulisan.

Itulah dia sedikit pembukaan dari LA di blog ini. Gue harap dengan aktivitas menulis kayak gini gue bisa berkembang lebih jauh lagi. Gue juga ga hanya membaca dan menulis namun juga merasakan betul-betul ranah gersang di luar sana. Masa depan merupakan masa yang penuh dengan ketidakpastian. Fokus untuk masa sekarang itu absolut. Masa lalu adalah pelajaran. Masa depan perlu direncanakan. Arsitektur kehidupan akan menyinari langkah-langkahku di masa sekarang demi pencapaian masa depan.

Let’s meet with my other stunning piece of writing in the future!

23 November 2015

Tagged under: , , , , ,

Three Strikes Writing





tiga sesi tulisan dengan 1601 kata di dalamnya, ditulis pada hari Senin, 10 Agustus 2015 (105 hari yang lalu)

Semester 7 merupakan semester yang sangat krusial untuk dijalani. Tidak semua orang mampu menghadapi kerasnya semester 7. Namun, di dunia kerja nanti kehidupan akan lebih keras. Pengabdian tiap hari terhadap perusahaan dan negara yang benar-benar menguras energi. Kemampuan komunikasi, berpikir dan transportasi sangat dihandalkan dalam dunia pasca kuliah tersebut.

Saat ini, diriku sedang melaksanakan magang di PT Pertamina. Namun, dari hari ke hari aku tidak terlalu mengalami peningkatan. Bersama tiga orang lainnya, kami akan mengerjakan dan melibas habis skripsi pada semester ini. Yang ingin kuketahui adalah apakah mungkin aku mampu menulis berlembar-lembar skripsi yang penuh dengan viskositas.

Aku tidak terlalu pandai menulis ilmiah. Jurnal-jurnal dan buku-buku harus aku tebas. Aku harus bisa menulis dengan gaya bahasaku sendiri yang berdasarkan referensi yang telah aku baca sebelumnya. Skripsi tidak dapat dikerjakan sembarangan. Itulah hasil karyamu. Dari awal hingga akhir, aku harus mampu mengerjakan dengan baik. Antar bab haruslah koheren. Saling sambung-menyambung. Dan juga metode yang kugunakan merupakan metode yang tepat. Bukanlah metode yang sulit namun tidak tepat digunakan.

Hampir seminggu aku berada di sini. Hanya bolak-balik komplek ke sini saja sudah membuatku kelelahan. Padahal aku tidak terlalu berpikir keras untuk menghadapi pekerjaan ini. Bagaimanakah jika aku sudah terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya. Waktu istirahat hanyalah sabtu dan minggu. Dua banding enam hari yang begitu menguras pikiran dan energi.

Dunia perminyakan dan pengolahan minyak merupakan dunia yang penuh dengan kompleksitas. Bukanlah hal yang sederhana. Butuh kerja keras dan pikiran ekstra untuk menghadapi pekerjaan sehari-hari di sini. Komunikasi dan pengertian sangatlah penting untuk dimiliki oleh setiap pegawai. Tidak boleh ada satu angka pun yang hilang. Semuanya harus tertata dengan sempurna dan sesuai dengan realita. Keterbukaan harus dijunjung tinggi.

Aku masih bingung analisis statistika apa yang aku pakai untuk pemecahan masalah yang sebenarnya sudah di-handle oleh orang-orang di sini yang memiliki pengalaman lebih. Aku hanyalah newbie di sini. Butuh sebuah pengarahan. Ilmu statistika itu luas. Banyak metode-metode yang tidak sederhana yang tidak aku ketahui. Ilmuku benar-benar sedikit. Metode apa yang akan kugunakan? 

Permasalahan apa yang akan kuambil? Peramalan atau antrian atau riset operasional. Aku bisa saja meramalkan produksi dengan metode yang ada selanjutnya dari hasil peramalan tersebut dapat dibandingkan dengan rencana STS yang sudah dirapatkan oleh RP dan juga untuk melihat mana yang lebih baik aku bisa melihat MAPE mana yang lebih rendah.

Prosesnya benar-benar kompleks. Dari minyak mentah dari berbagai macam daerah yang dikirimkan menggunakan kapal maupun pipa-pipa atau truk. Selanjutnya akan diproses menjadi minyak menengah dan minyak jadi yang siap dijual. Urusan pencampuran dan segala macamnya merupakan urusan anak teknik: kimia, industri maupun mesin. 

Data yang didapatkan pun sangatlah beragam. Ada data minyak mentah yang masuk ada pula data minyak jadi maupun intermediate yang telah diproses. Selain itu adapula harga-harga minyak mentah, minyak jadi maupun intermediate. Gross margin menunjukkan selish antara harga minyak mentah yang dibeli dengan harga minyak jadi maupun intermediate yang dijual. Pada dasarnya, OR bertugas untuk mendapatkan gross margin yang optimal yaitu dengan modal serendah-rendah mungkin dan juga dengan hasil produksi dengan harga jual setinggi mungkin.

Aplikasi OR, transportasi dan model linear benar-benar krusial dalam divisi ini khususnya divisi Supply Chain. Sedangkan aku tidak terlalu menguasai mata kuliah tersebut. Oleh karena itu, alat statistika yang mungkin aku gunakan adalah ADW dengan metode hierarki. Jadi peramalan yang dilakukan berdasarkan kelompok. Ataupun aku bisa menggunakan Analisis Multivariat dengan menggunakan metode pengelompokkan feeder berdasarkan spesifikasi yang tertera. Selain itu analisis harga minyak mentah dari tiap feeder jangan diabaikan begitu saja.

Mungkin analisis statistika yang aku gunakan bukanlah yang terbaik dan juga tidak terlalu penting untuk dilakukan. Sudah ada tim khusus yang mengatasi hal-hal tersebut. Aku hanya memberikan alternatif. Tulisan yang akan kubuat nantinya merupakan karyaku yang membawaku pergi jauh lebih tinggi. I should give the best and optimal solution, minimize the cost and maximize the revenue, that’s why it’s called industry.

Dunia ini bergerak dinamis. Aku pun harus begitu. Aku di dalam bumi mengalami rotasi yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Aku bersama bumi dan bulan secara simulatan mengelilingi matahari. Dan bersama matahari kami mengelilingi sesuatu bintang atau galaksi yang lebih besar lagi. Aku benar-benar kecil. Pikiranku membawa kemanapun aku pergi. Anugrah Tuhan yang luar biasa terhadap manusia adalah akal yang dimilikinya. Aku tidak akan menyia-nyiakan itu.

Bayangkanlah dalam pikiranku bagaimana proses kompleks ini terjadi. Gunakan akalmu dan rasakanlah betul-betul betapa luar biasanya kompleksnya dunia ini namun semuanya tetap seimbang. Sebuah perfect fit world yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Tidak akan menyalahi aturan yang telah ditetapkan-Nya.

Ilmu dan pengalamanku benar-benar minim. Baik itu ilmu secara saintis dan sesuai dengan statistika maupun ilmu masyarakat yaitu tentang berhubungan dengan homo sapiens yang diciptakan benar-benar kompleks oleh Sang Pencipta. Aku harus banyak belajar lagi. Buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Bahkan telah diperintahkan dari dulu untuk membaca. 

Janganlah sia-siakan waktu. Karena manusia sebenarnya akan menyesal pada hari nanti karena dilahap oleh waktu yang bergerak sangat kejam. Aku pun harus bisa memanfaatkan waktu dengan seoptimal mungkin. Aku harus menyelesaikan skripsi ini dengan waktu secepat mungkin. Dan selanjutnya diriku ini mampu memberikan manfaat di dunia kerja nanti. Tentu saja, manfaat yang tiada putusnya. Sebuah perspirasi yang substansial.

Aku harus berpikir secara matang, tertata, sesuai dengan sistem. Buku adalah ilmu dari segala ilmu. Aku harus membacanya dengan saksama dan penuh dengan ketulusan. Tulisan yang engkau tulis adalah curahan dan apapun yang ada di kepalamu, apapun yang pernah kaubaca. Aku pun harus bisa mengoperasikan mesin di dunia digital seperti ini. Mesin membuat pekerjaan semakin mudah. Aku harus pandai mengoperasikan komputer dan menjadi fast and furious dengan adanya teknologi tersebut.

Dengan menulis, mindful yang ada dalam diriku benar-benar bercahaya. Diiringi dengan lagu instrumental Tokyo Ghoul membuat diriku merasa bebas bagaikan di awan yang tidak berujung. Jauh tinggi menyerap energi negatif dan mengubahnya menjadi energi positif yang luar biasa. Jariku menari-nari di atas papan ketik laptop yang seolah-olah terus menyuruhku untuk terus bergerak tiada hentinya. This is the real serenity!

Be Mindful, Mindful Writing
Banyak sekali kesalahan yang sudah aku lakukan. Aku sering kali menyia-nyiakan waktu, tidak menyibukkan diriku untuk bergabung dengan ketidaknyamanan. Aku seharusnya menghilangkan kata “aku” sendiri. Dan saatnya berpikir lebih jauh. Berpikir mengenai orang lain dan kehidupan negara yang sangat kompleks ini.

Sekarang adalah masa-masa be mindful writing. Aku menulis dengan penuh kesadaran bahwa aku sebenarnya hidup. Jari-jari ini menari berirama dengan pikiran dalam kepalaku. Aku harus percaya, percaya akan kemampuanku yang luar biasa. Kemampuan analisisku luar biasa, aku mampu melihat titik yang tidak terlihat dibandingkan yang lain. Berhentilah menjatuhkan dirimu. Pada dasarnya manusia akan merasa envy terhadap manusia lain. Di situlah sisi yang seharusnya aku hilangkan.

Janganlah takut. Inisiatif yang kuat. Keinginan berbuat baik yang masif harus engkau tunjukkan. Tataplah mata seseorang dengan lebih tajam. Tidak sampai menusuk tapi setidaknya membuat mereka terkesima akan bahasa tubuhmu. Engkau seharusnya membebaskan dirimu. Namun tetap dalam ambang batas aturan duniawi. Aku harus bisa melangkah dan tidak selalu mengikuti jalan orang lain. This is my own way,  I have my own idea and path. Yes, our friendship is not restricted only by Indramayu regency. We could explore more. 

Ketepatan dalam analisis diri merupakan kunci kesuksesan. Banyak something hidden di dalam dirimu ini. Beberapa orang sudah menyadari itu. Namun, saatnya kau menggali lebih dalam lagi. Keluar dari zona nyaman itu merupakan life stage. Kehidupan tidak akan selalu sama. Perubahan pasti terjadi. Dan, jika kau ingin mengubah dunia, kau pun harus mengubah dirimu sendiri. Janganlah takut menghadapi ketakutan. Janganlah berasumsi negatif ini dan itu. 

Attached
Aku mampu melepaskan ketergantungan ini. Rasa attached yang berlebihan. Aku terlalu memikirkan diriku sendiri. Seharusnya aku bisa mengambil inisiatif. Tanpa pikir panjang, aku mampu berbuat hal positif. Mungkin insan itu merupakan faktor yang mengubahku saat ini. Mengubahku untuk bersifat lebih eksplosif. Namun semuanya perlahan terdegradasi, bahasa kerennya dwindle. Namun, inilah saatnya kau menunjukkan siapa dirimu.

Dengan insan itu, kita berada dalam suatu ikatan. Sebuah regensi identitas yang sangat independen. Aku tidak mampu memberikan sesuatu yang benefisial. Motivasi insan yang meledak-ledak aku harap bisa menjadi kenyataan. Aku harus berusaha ekstra keras untuk mendapatkan hal yang sulit aku dapatkan. Aku masih jauh dalam ambang standar. 

Sampai saat ini tidak ada kenangan digital yang tersimpan. Semuanya hanyalah tersimpan di kepala ini, yang sewaktu-waktu nanti akan hancur. Aku menginginkan sebuah kenangan digital dengan tingkat distansi yang sangat dekat. 

Terjebak dalam viskositas. Insan yang menjadi motivasi pelecut. Aku harus menjadi kaya. Kaya akan ilmu, pikiran, ide, jiwa dan harta. Kaya semuanya. Memberikan manfaat yang sangat benefisial dan tiada putus-putusnya. Mengubah indeks kesenangan insan tersebut terhadap diriku merupakan sesuatu yang substansial.

Aku harap aku bertahap-tahap membuat pemisah tersebut menjadi nol. Hingga saatnya nanti, aku memang menjadi manusia utuh. Manusia yang selayak-layaknya untuk insan yang luar biasa.

Untuk saat ini, aku sedikit melepas. Sedikit saja melepas. Namun variabel motivasi tersebut tidak akan hilang. Yang nomor satu tentunya aku lakukan karena Sang Pencipta. Dan tentu saja semuanya semata-mata karena-Nya. 

Sedikit melepas. Tidak sepenuhnya melepas. Saat ini insan tersebut berada pada zona diriku. Zona yang sulit menjelajah. Jika ya, aku akan membawa ke dunia luar yang penuh dengan tantangan. Mata ini mampu menatap lebih akan indahnya ciptaan Tuhan. Aku akan melebarkan sayapku ke negeri orang untuk menuntut ilmu. Dan aku tidak akan melepas hal tersebut, sang variabel motivasiku. I will not forgot about that.

Jangan banyak omong, kau harus banyak melakukan aksi...
I should improve my foreign language...
I should be active like a nuclear. Bombastic nuclear!
You are one of my motivating variable
I should find my own solution by my own head
Everyday like that. Good idea to resolve your condition.
Red is your suit. To make you flammable. To make you burned all over time.
I was magnetized by the purplish divan
I shoud improve my body and my mind

01 November 2015

Tagged under: , , ,

3,5 Tahun

Tulisan ini ditulis pada tanggal 10 Juni 2015

Target gue sekarang adalah lulus dengan IPK di atas 3,0 jika bisa dengan IPK 3,25! Dan dengan waktu 3,5 tahun! Gue masih mencari-cari tempat magang. Gue hanya mencoba. Nanti siang ini, rencananya gue akan minta surat pengantar ke jurusan. Gue mencoba dulu. Gagal urusan belakang. Gue tahu gue telat gerak. Bisa dikatakan juga gue lambat. 

Alternatif lain adalah gue bakal magang di tempatnya abang gue. Itu opsi paling akhir. Gue harus bisa mendapatkan data dan dianalisis. Sebenarnya itu aja intinya. Untuk itu gue mencoba dulu. Mencoba. Ya, mencoba. Target gue semester depan IP 4,0. Gue harus bisa lulus dengan IPK memuaskan.

Pasca lulus gue bakal kerja dengan durasi 2 tahun untuk mencari pengalaman. Gue bakal bangun jaringan sebanyak-banyaknya. Melihat dunia lebih jelas lagi. Dan rencana gue yang masif adalah lanjut S2 keluar negeri. Ke Australia maupun negara di Eropa adalah tujuan gue. Semuanya butuh ketenangan dan kesabaran tentunya. Gue kudu bisa! Gue bisa menjadi yang teratas.

Tujuan gue adalah menjadi orang dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang tiada putus-putusnya. Memberi lebih tanpa melihat seberapa banyak yang sebenarnya gue dapatkan. Gue kudu bisa. Gue harus melebih si eta. Gue harus melebih bang doi. Meskipun secara life skill gue masih kalah jauh dari mereka. Namun gue bakal terus mencoba dan berusaha. Sedikit demi sedikit gue bakal melebihi mereka.

Gue memang kurang mengerti dengan mereka. Namun, sekarang gue gak peduli. Ini semua hanyalah efek biologis dalam tubuh gue. Gue harus dan kudu mengendalikan emosional gue. Menjadi benar-benar tenang akan segala situasi dan kondisi. Memiliki mindfulness yang tinggi di manapun gue berada. 

Gue tahu. Ya, gue tahu. Gue gegabah. Gak punya alur yang sistematis. Siang ini, gue bakal menerjang lahan. Gue bakal menjadi top gear. I will dan I should be! Try first, never try mean absolute defeat.